Setiap perusahaan pasti membutuhkan alat ukur untuk mengetahui performa kinerjanya selama ini. Hanya saja parameter yang akan diukur lazimnya berupa aspek kuantitatif maupun aspek kualitatif. Untuk aspek kuantitatif tentunya lebih mudah pengukurannya.

Sebaliknya, untuk aspek kualitatif jelasnya membutuhkan perangkat ukur yang lebih kompleks bila dibandingkan dengan aspek kuantitatif. Namun sebenarnya hal tersebut bukan lagi menjadi masalah. Sebab, sekarang telah terdapat alat ukur yang dikenal dengan istilah Balanced Scorecard.

Contoh KPI (key performance indicators) untuk bidang SDM, marketing, finance, IT bisa didonwload disini.

Balanced Scorecard sebenarnya sudah mulai dikenal sejak awal tahun 1990 di Amerika. Orang yang pertama kali mengenalkan konsep Balanced Scorecard adalah Robert Kaplan dan David P. Norton. Istilah Balanced Scorecard sendiri terdiri dari dua frasa, yakni balanced dan scorecard. Balanced berarti seimbang.

Maksudnya, parameter yang hendak diukur harus berimbang baik dari sisi finansial (kuantitatif) maupun non finansial (kualitatif), meliputi pihak internal dan eksternal serta mencakup periode jangka pendek hingga jangka panjang. Adapun scorecard merupakan kartu skor yang digunakan untuk mencatat hasil kinerja yang telah dicapai.

Seiring waktu, Balanced Scorecard telah mengalami transformasi. Jika pada awalnya hanya digunakan sebagai alat ukur kinerja yang sederhana, kini Balanced Scorecard sudah berkembang menjadi strategi dalam sistim manajemen.

Balanced Scorecard memang memiliki sejumlah keunggulan bila dibandingkan dengan alat ukur lainnya. Keunggulan tersebut meliputi:

(1) Bersifat menyeluruh
Dengan menggunakan Balanced Scorecard maka parameter penilaian bersifat menyeluruh. Bila sebelumnya parameter penilaian hanya seputar kondisi finansial, dengan Balanced Scorecard parameter penilaian mencakup proses bisnis (kondisi internal), customer, dan pembelajaran pertumbuhan. Dengan pengukuran yang menyeluruh maka perusahaan pun semakin jeli dalam merumuskan strateginya sehingga bisa membuahkan kebijakan yang tepat sasaran.

(2) Mampu menjelaskan hubungan sebab akibat
Setiap parameter penilaian memiliki obyek strategi (target yang hendak dicapai perusahaan) yang bisa jadi lebih dari satu. Hubungan sebab akibat dari obyek strategi masing-masing parameter tersebut harus bisa dijelaskan dengan baik. Sebagai ilustrasinya, Return of Investment (ROI) dipengaruhi oleh tingkat kepuasan pelanggan. Adapun tingkat kepuasan pelanggan bisa dicapai salah satunya dengan mengaplikasikan teknologi informasi yang fungsional dan tepat sasaran. Penggunaan teknologi informasi ini akan efektif bila didukung oleh komitmen dan kompetensi seluruh karyawan.

(3) Memberikan keseimbangan
Keseimbangan yang mampu diwujudkan oleh Balanced Scorecard adalah cakupan pengukurannya yang meliputi pihak internal maupun eksternal, periode jangka pendek hingga jangka panjang serta aspek keungan dan non finansial.

(4) Mampu mengukur aspek kuantitatif maupun aspek kualitatif
Bila semua parameter bisa diukur dengan baik, maka pertumbuhan perusahaan bisa terpantau sehingga upaya perbaikannya menjadi lebih mudah.

(5) Mampu meningkatkan kinerja perusahaan karena parameter yang diukur merupakan parameter yang benar-benar penting dan berkontribusi dalam memajukan perusahaan.

Contoh KPI (key performance indicators) dan presentasi BSC bisa didonwload disini.