Ini 4 Perbedaan Hard Skill dan Soft Skill, Pahami dan Maksimalkan Potensinya

Dalam dunia kerja ada dua poin yang menjadi value pertimbangan seseorang untuk lolos dalam proses rekrutmen, yaitu soft skill dan hard skill.

Baik karyawan maupun penanggung jawab HR wajib memahami perbedaan dari hard skill dan soft skill untuk bisa mengetahui potensi guna memaksimalkan produktivitas saat bekerja.

Untuk memperjelas kedua istilah ini, berikut penjelasan lebih lengkap mengenai soft skill dan hard skill.

Apa Itu Hard Skill?

Hard skill adalah keahlian teknis untuk melakukan pekerjaan tertentu secara spesifik. Untuk memperoleh hard skill, seseorang bisa mengikuti training, sertifikasi, atau pendidikan formal.

Keterampilan ini bisa tergolong ke dalam beberapa bidang mulai dari desain grafis, data analis, manajemen proyek, dan lain sebagainya.

Dalam pembuatan CV, pelamar kerja biasanya perlu mencantumkan hard skill yang mereka miliki sebagai pertimbangan dari tim HR perusahaan. Kemampuan hard skill cenderung bisa dipelajari asalkan punya niat yang kuat, telaten, dan komitmen.

Tidak hanya mampu membuat seseorang lebih profesional, hard skill juga bisa mempengaruhi jabatan dari tenaga kerja dalam suatu industri atau perusahaan.

Apa Itu Soft Skill?

Beralih ke istilah selanjutnya ada soft skill yang lebih mengarah pada kepribadian sehingga dapat mempengaruhi interaksi antarpersonal dari individu tersebut saat bekerja. Skill seperti ini tidak bisa dipelajari, melainkan lebih ke pembiasaan dan penguasaan emosi dari seseorang.

Fakta menariknya, soft skill lebih sulit untuk dilatih karena setiap individu punya kepribadian yang berbeda-beda.

Contoh soft skill yang paling mudah dijumpai dalam rekrutmen adalah keterampilan berkomunikasi dengan baik, kepemimpinan (leadership), kerja sama tim, berpikir kritis, kemampuan negosiasi, kemampuan persuasi, dan lain sebagainya

4 Perbedaan Utama Hard Skill dan Soft Skill

Sebenarnya cukup mudah untuk mengetahui perbedaan hard skill dan soft skill. Kami yakin dalam sekali baca saja Anda langsung paham, berikut ini beberapa hal yang perlu dicatat untuk membedakan kedua istilah ini.

hard skill

  1. Sifat: Merujuk pada dasar penguasaan dari keterampilan tersebut
  • Hard Skill: Secara umum lebih terukur dan dapat dikuasai melalui proses belajar dan pendampingan. Keterampilan ini bersifat konkret dan pasti
  • Soft Skill: Sifatnya abstrak, subjektif artinya setiap orang pasti berbeda-beda. Umumnya dipelajari dari pengalaman hidup
  1. Cara Mendapatkannya: Bagaimana usaha untuk mendapatkan keterampilan tersebut
  • Hard skill: keahlian ini bisa dikuasai dengan proses belajar atau training
  • Soft skill: proses pelatihan tidak cukup, keterampilan tersebut hanya bisa diperoleh melalui penyesuaian sifat personal
  1. Karakteristik: sesuatu yang berkaitan untuk membedakan antara keterampilan yang satu dengan lainnya
  • Hard skill: Secara spesifik berkaitan dengan pekerjaan tertentu dengan kemampuan teknis
  • Soft skill: berkaitan dengan interaksi sosial, kemampuan menyelesaikan masalah dan mempengaruhi kenyamanan dalam bekerja
  1. Penilaian: upaya untuk memperbaiki dan mengukur penguasaan dari keterampilan tersebut
  • Hard skill: dapat diketahui dengan perolehan sertifikat, pengukuran KPI, dan sebagainya
  • Soft skill: Hanya bisa diketahui melalui pengamatan terhadap individu dalam waktu tertentu

Contoh Keahlian Umum dan Keterampilan Interpersonal yang Banyak Dibutuhkan

Ingin mengetahui apa saja keahlian umum dan interpersonal yang dibutuhkan dalam proses rekrutmen? Berikut ini sudah kami kumpulkan beberapa keterampilan yang bisa Anda persiapkan mulai dari sekarang:

Hard skill

  • Dapat mengoperasikan MS.Office: meliputi pekerjaan mengetik di Word, pengolahan data di Excel,dan presentasi dengan Power Point
  • Pengelolaan sosial media: Melakukan KOL marketing, pembuatan konten, dan lain sebagainya
  • Digital security: penguasaan terhadap keamanan data digital untuk mencegah risiko pembobolan dan sejenisnya
  • Kemampuan bahasa asing: keahlian berkomunikasi, menulis, dan memahami bahasa internasional seperti Inggris, Mandarin, dan lain-lain

Soft skill

  • Bekerja dengan tim: kemampuan kooperatif mampu berkolaborasi dan menjadi bagian dari tim untuk menyelesaikan pekerjaan
  • Kepemimpinan: keberanian untuk menjadi pemimpin dalam suatu divisi atau bagian, mengarahkan serta merancang rencana untuk pengembangan tim
  • Berkomunikasi dengan baik: kemampuan berkomunikasi secara profesional, mendengarkan, dan menulis secara efektif

Baca juga: Cara Mudah Menyusun Kamus Kompetensi SDM

Seberapa Penting Peran Hard Skill dan Soft Skill dalam Dunia Kerja?

Urgensinya sangat penting, tanpa memiliki hard skill atau soft skill yang memadai, seseorang tidak mempunyai value yang bisa mereka unggulkan. Ini akan membuat seseorang sulit untuk mendapatkan pekerjaan di suatu perusahaan atau pelaksanaan proyek.

Oleh karena itu, setiap orang perlu memahami kemampuan umum dan interpersonal untuk memaksimalkan potensi lebih baik lagi.

Persaingan di dunia kerja semakin ketat, tidak hanya harus menjadi yang terbaik di antara manusia para tenaga kerja juga perlu berhadapan dengan perkembangan teknologi yang pesat.

Persiapkan karyawan Anda untuk menguasai soft skill dan hard skill yang dibutuhkan dengan memberikan mereka pedoman yang terarah.

Dapatkan HR Tools dan template dari konsultan manajemen. Di dalamnya sudah termasuk kamus kompetensi hard skill dan soft skill untuk pengembangan karyawan.

Pelatihan Motivasi Karyawan, Apakah Ini Solusi Perbaiki Performa Kerja?

Selama ini tampaknya perusahaan terlalu sering berfokus pada peningkatan skill dan keterampilan tenaga kerja. Motivasi dan upaya untuk mengembalikan semangat kerja seakan terabaikan.

Pemilik bisnis beranggapan ini mungkin tidak terlalu penting, selagi mereka mempunyai skill dan terbukti ahli di bidangnya maka hasil kinerja mereka semestinya tidak perlu lagi dikhawatirkan.

Namun, ketika yang terjadi justru sebaliknya, owner akan kebingungan. Apa yang terjadi kenapa tidak sesuai dengan harapan?

Penting untuk kita ingat bahwa manusia tidak sama dengan robot. Mereka juga membutuhkan motivasi dan support system untuk memaksimalkan hasil kerja.

Di sinilah mulai terlihat adanya urgensi untuk mengadakan pelatihan motivasi karyawan untuk memperbaiki semangat  produktif yang hilang.

Pengertian Training Motivasi Kerja

Training motivasi karyawan merupakan upaya untuk mengarahkan dan memberikan materi guna meningkatkan semangat dalam bekerja untuk menunjang produktivitas mereka.

Pelatihan ini bisa diadakan secara mandiri dari sisi internal atau mengundang pihak ketiga untuk memberikan pembekalan materi secara lebih mendalam.

Dalam pelaksanaannya, pelatihan motivasi karyawan akan membantu tenaga kerja untuk memahami pentingnya semangat untuk mencapai tujuan serta diberikan tips-tips yang bisa langsung dicoba. Selain itu, mereka juga akan mendapatkan

ilmu baru seputar teori motivasi serta penerapan strategi motivasi dalam lingkungan kerja hingga teknik manajemen stres dan hambatan.

Seperti yang sudah kita singgung di atas, bahwa manusia mempunyai perasaan dan pikiran untuk dikelola dengan baik.

Karyawan Anda bukanlah mesin, tanpa adanya motivasi dan evaluasi kerja yang baik dalam bekerja maka sehebat apapun keahlian yang dimiliki akan sulit untuk menerapkannya.

4 Manfaat dan Pengaruh Pelatihan dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan

Ada berbagai manfaat yang bisa didapatkan dengan mengikuti training motivasi kerja karyawan. Mulai dari perbaikan dari segi performa kerja sampai mengurangi risiko berkurangnya kepuasan kerja. Berikut ini beberapa di antaranya:

training motivasi karyawan

  1. Mendorong semangat kerja: training motivasi dapat memberikan dorongan yang besar untuk menciptakan semangat kerja guna mencapai tujuan dan target. Mereka akan mampu melatih diri untuk mencegah perasaan jenuh dalam bekerja, dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik.

 

  1. Meningkatkan apresiasi: Selain itu, motivasi yang meningkat juga akan membuat karyawan merasa puas telah mendedikasikan waktu dan tenaganya di perusahaan tersebut. Mereka lebih merasa dihargai dan mendapat pengakuan. Hal yang terlihat sepele seperti ini mampu memberikan pengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Secara tidak langsung ini dapat menjadi upaya untuk memperkuat loyalitas mereka.

 

  1. Mengurangi turnover: Risiko turnover memang bisa terjadi di perusahaan mana pun. Namun, dengan adanya motivasi kerja yang baik dari sisi karyawan maka hal seperti itu bisa berkurang. Saat mereka nyaman dengan organisasi, ada upaya untuk membantu peningkatan semangat kerja tentu karyawan cenderung akan bertahan lebih lama di organisasi tersebut

 

  1. Meningkatkan kualitas kerja: Ini bagian yang diharapkan oleh perusahaan. Ternyata tetap mengakar pada kondisi semangat dan motivasi karyawan dalam bekerja. Melalui pelatihan motivasi karyawan, mereka akan lebih terinspirasi untuk terus mengembangkan kemampuan dan meningkatkan hasil kerja mereka baik itu dari segi penyediaan layanan, perbaikan kualitas produk, peningkatan strategi promosi, dan sebagainya

Baca juga: Manfaat Konsultan Manajemen Kinerja, Mengoptimalkan Potensi Karyawan

Training Motivasi Kerja Karyawan Bersama Konsultan SDM

Terkadang pelatihan motivasi seperti ini tidak selalunya bisa dilakukan secara penuh dari sisi internal.

Tidak ada salahnya untuk meminta bantuan atau menggunakan jasa dari pihak ketiga yang lebih berpengalaman di bidangnya.

Karyawan adalah bagian penting dalam SDM organisasi, oleh karena itu tenaga profesional yang perlu Anda panggil adalah konsultan SDM seperti beliau Bapak Yodhia Antariksa.

Ia telah berpengalaman memperbaiki performa kerja Sumber Daya Manusia di lingkup organisasi dan perusahaan. Salah satunya dengan penyampaian motivasi pemberian training untuk karyawan agar mereka lebih bersemangat dalam bekerja dan mencapai tujuan.

Ada beberapa alasan mengapa organisasi membutuhkan layanan konsultan SDM:

  • Mereka memahami seluk-beluk tenaga kerja, indikator performa kerja, dan berbagai aspek penting lainnya
  • Berpengalaman mengatasi masalah dari sisi SDM termasuk berkurangnya semangat kerja karena motivasi yang melemah
  • Telah menempuh pendidikan spesifik di bidang peningkatan SDM dan mempelajari ilmu tersebut dengan lebih mendalam

Apabila perusahaan atau organisasi Anda ingin mendatangkan konsultan ke tempat atau melakukan konsultasi secara online bisa langsung menghubungi kami melalui kontak yang tersedia.

Cakupan Manajemen Risiko dan 5 Alasan Mengapa Ini Penting dalam Bisnis

Manajemen risiko adalah upaya identifikasi, analisis, dan evaluasi guna mengurangi dampak dari risiko yang bisa merugikan atau menghambat jalannya suatu proses atau tujuan tertentu.

Dalam bisnis, hal ini menjadi bagian yang penting untuk diperhatikan. Badan usaha yang mampu menguasai manajemen risiko cenderung dapat bertahan dan terus berkembang dari waktu ke waktu menghadapi perubahan dan berbagai kendala.

Sebaliknya, bisnis yang tidak mempunyai manajemen risiko yang baik cenderung kesulitan untuk menerapkan upaya preventif.

Karena minimnya kesadaran dan komitmen dari sisi internal, perusahaan tampak tidak stabil baik dari segi kesiapan SDM, regulasi, serta berbagai hal lainnya.

Lantas apa saja yang termasuk ke dalam cakupan manajemen risiko? Berikut ini penjelasan lebih lengkapnya.

Ini Cakupan Manajemen Risiko dalam Bisnis, Sudahkah Anda Memahaminya?

Meskipun bukan merupakan hal yang baru, istilah manajemen risiko ternyata mempunyai cakupan yang luas.

Setiap bagian terhitung krusial dan kompleks, sehingga perlu diselesaikan satu persatu sampai memenuhi standar yang diterapkan dalam perusahaan tersebut.Beberapa bagian yang berkaitan dengan manajemen risiko antara lain.

Risk Management untuk K3

Pertama ada manajemen risiko K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) bagian utama yang langsung berdampak terhadap performa dan produktivitas. Setiap perusahaan tentunya mempunyai hambatan dan tantangan yang berbeda.

Namun, secara umum ini menyangkut keamanan di tempat kerja, keselamatan pengoperasian alat produksi, ketersediaan P3K yang memadai, dan lain sebagainya.

Saat ini standar keselamatan kerja yang paling banyak diterapkan di Indonesia adalah SMK3 pedoman langsung dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker RI).

Harapannya dengan menerapkan standar tersebut, badan usaha bisa mengatasi masalah dan kendala menjadi lebih terencana.

Risk Management Sikap dan Perilaku SDM

Selain persoalan K3, para pemilik bisnis juga perlu memikirkan manajemen risiko terhadap kepatuhan sumber daya manusia. Bagian ini merujuk pada bagaimana perilaku dan sikap karyawan selama berada di tempat kerja.

Terkadang tindakan yang sifatnya tidak berbahaya secara fisik juga bisa menimbulkan risiko yang cukup serius.

Salah satunya seperti masalah diskriminasi ketika tenaga kerja tidak mendapatkan perlakuan yang sama karena hal tertentu seperti agama, ras, dan kondisi lainnya.

Kondisi bullying seperti ini menunjukkan kurangnya kepatuhan dan sikap kurang toleransi yang buruk. Jika tidak teratasi dengan baik, ini bisa menimbulkan ketidaknyamanan di tempat kerja yang bisa menghambat produktivitas karyawan.

Manajemen Risiko Operasional

Kemudian, risiko juga bisa muncul dari bagian operasional. Hal ini berkaitan dengan kualitas dan kondisi peralatan kerja dan inventaris.

Sebagai contoh dalam perkantoran maka risiko tersebut mengarah pada kondisi komputer dan perangkat elektronik yang digunakan oleh para karyawan.

Untuk memaksimalkan efisiensi dan kecepatan kerja, maka perusahaan perlu memperhatikan hal ini agar tidak terjadi hambatan yang berujung  pada kerugian.

Hal yang sama juga berlaku untuk industri dan pabrik. Mereka perlu melakukan proses maintenance berkala terhadap mesin dan alat produksi memastikan setiap komponen tersebut berfungsi dengan baik.

Baca juga: Inilah Beragam Fitur Aplikasi KPI MyKinerja yang Amazing

5 Alasan Pentingnya Manajemen Risiko untuk Pertumbuhan Bisnis

Sebagai bagian penting dari upaya peningkatan produktivitas, ada sejumlah alasan mengapa risk management menjadi persoalan penting yang sebaiknya Anda perhatikan.

risk management1.Meningkatkan kesadaran, adanya manajemen resiko yang baik bisa membantu menumbuhkan awareness bagi karyawan. Bagaimanapun juga keberhasilan manajemen tidak akan terjadi apabila pihak yang berkepentingan termasuk tenaga kerja belum memahami hal tersebut.

2. Memaksimalkan produktivitas, setelah mereka memahami pentingnya manajemen resiko dan bisa berkontribusi untuk mendukung upaya perbaikan, maka secara tidak langsung produktivitas akan meningkat menjadi lebih baik daripada sebelumnya.

3. Meminimalisir kerugian, tidak hanya itu urgensi perbaikan risk management juga berpengaruh terhadap kesiapan badan usaha untuk mengurangi kerugian karena terkendala pada penerapan K3, risiko operasional, atau ada penyebab lainnya.

4. Menunjukkan komitmen, badan usaha yang menerapkan risk management yang baik juga mampu membuktikan komitmen mereka untuk melakukan perbaikan berkelanjutan. Hal ini dibuktikan melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia dalam bidang risk management

5. Melindungi SDM, manajemen risiko yang bersangkutan dengan keselamatan dan kesehatan kerja serta operasional secara tidak langsung berpengaruh terhadap kondisi tenaga kerja. Apabila hal ini diterapkan dengan baik maka badan usaha telah menunjukkan upaya melindungi sumber daya manusia dan meningkatkan kesejahteraan mereka

Demikian penjelasan mengenai manajemen risiko, semoga penjelasan di atas bisa menjadi informasi yang bermanfaat. Apakah bisnis Anda telah menerapkan risk management yang tepat?

Jika belum, maka Anda bisa memulainya dari evaluasi kinerja karyawan guna menilai apa yang sekiranya menghambat kemajuan SDM di tempat kerja.

Mari berkonsultasi dengan konsultan manajemen berpengalaman, beliau Bapak Yodhia Antariksa bersedia untuk memberikan solusi untuk mengatasi masalah pengelolaan sumber daya manusia dari sisi internal Anda. Selain itu, Anda juga bisa memperoleh software pengelolaan KPI dengan harga yang terjangkau.

3 Kendala dalam Manajemen SDM Aparatur dan Upaya Perbaikannya

Untuk meningkatkan produktivitas sumber daya manusia, maka diperlukan adanya manajemen SDM aparatur yang baik. Hal ini berlaku secara menyeluruh dan mempunyai indikator penilaian yang berbeda.

Jika dipahami lebih jauh,  aparatur negara ini terbagi menjadi dua yaitu ASN (Aparatur Sipil Negara) dan PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja).

Kedua jabatan ini mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap pembangunan dan kemajuan suatu negara. Dengan demikian, proses rekrutmen yang dilakukan haruslah selektif.

Hal ini bertujuan agar suatu pekerjaan benar-benar dilakukan oleh mereka yang kompeten dan profesional di bidangnya. Selain itu, proses awal tersebut juga akan memudahkan pengelolaan SDM aparatur kedepannya.

Kendala yang Bisa Terjadi dalam Manajemen SDM Aparatur

Untuk meningkatkan produktivitas perangkat negara, terlebih dahulu perlu menyelesaikan kendala dan masalah yang ada. Berikut ini beberapa hal yang bisa menghambat efektivitas manajemen SDM aparatur:

1. Degradasi Moral dan Perilaku

Perilaku bisa berpengaruh secara tidak langsung terhadap kualitas dari SDM. Seorang aparatur dilatih untuk mempunyai sikap yang baik dan tidak menyombongkan diri atas jabatan yang dimiliki.

Tentu sangat merepotkan apabila seorang aparatur cerdas dalam pekerjaan namun perilaku mereka tidak mencerminkan seorang perangkat negara.

2. Kegagalan dalam Transparansi dan Akuntabilitas

Selanjutnya, masalah lainnya yang bisa terabaikan dengan mudah yaitu mengenai bagaimana mereka bersikap transparan terhadap tanggung jawab dan kewajibannya.

Salah satu contoh kasusnya adalah kecurangan terhadap absensi. Tercatat di data hadir, padahal dalam kenyataannya tidak ada di kantor. Persoalan ini bukanlah sesuatu yang sepele, ini menunjukkan bahwa telah ditemukan kegagalan dalam transparansi dan kedisiplinan.

Secara spesifik, seorang aparatur sudah semestinya mampu memperhatikan akuntabilitas, ini menjadi kunci untuk menghindari masalah hukum.

Setiap tindakan dan keputusan haruslah dipertimbangkan dengan matang dan tidak mengabaikan tanggung jawab.

3. Korupsi dan Gratifikasi

Persoalan ketiga yang tidak kalah berbahaya terhadap adalah korupsi dan gratifikasi. Persoalan ini sudah sering terdengar di berita nasional, bukan hal yang baru tapi dampaknya sangat buruk bisa merugikan negara sekaligus membuktikan bahwa ada ketidakberesan manajemen.

Ada banyak hal yang perlu dibenahi untuk mengatasi kasus seperti ini mulai dari perbaikan moral, mengikuti diklat khusus, menerapkan sistem anti penyuapan, dan sebagainya.

Tujuan dalam Peningkatan dan Evaluasi Manajemen SDM Aparatur

ASN bekerja untuk perkembangan dan kemajuan negara, dengan melakukan perbaikan terhadap sistem manajemen yang ada maka produktivitas dan kepatuhan mereka akan meningkat.

pengembangan sdm aparaturRisiko dan masalah yang sudah dijelaskan di atas juga dapat diminimalisir lebih baik lagi. Meskipun tetap bukan hal yang mudah, setidaknya ini adalah upaya yang realistis untuk dicoba.

Apabila evaluasi manajemen SDM aparatur ini dapat terlaksana, maka ini bisa memberikan keuntungan bagi banyak pihak. Pertama, tugas dan pekerjaan yang ada bisa terselesaikan dengan baik sesuai dengan indikator penilaian yang ada.

Selain itu, masyarakat juga merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh ASN. Dengan demikian, mereka telah menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan apa yang sudah diterapkan oleh perundang-undangan.

Jangan sampai ada lagi berita ASN makan gaji buta, ini merugikan negara dan juga bisa menghancurkan kepercayaan masyarakat terhadap perangkat negara.

Setiap pihak semestinya perlu berkontribusi untuk mewujudkan tata kelola manajemen SDM. Tanpa adanya kerja sama dari setiap pihak yang ada, maka rasanya akan sulit untuk mencapai kepatuhan dan performa kinerja yang bagus pada ASN.

Baca juga: Kunci Sukses Implementasi Manajemen Kinerja dengan Bantuan Konsultan Ahli

Upaya Pengembangan SDM Aparatur Melalui Pelatihan dan Arahan

Kepatuhan tidak bisa muncul dengan sendirinya, perlu adanya upaya untuk memperbaiki kekurangan serta mengembangkan kualitas SDM di lingkup perangkat negara.

Oleh karena itu, di sini kami ingin memberikan solusi untuk menjadi konsultan manajemen SDM aparatur. Tersedia layanan konsultasi dan training untuk mendukung upaya perbaikan dan pengembangan SDM.

Arahan intensif akan dipimpin langsung oleh beliau, Yodhia Antariksa, Msc in HR Management yang telah berpengalaman menjadi konsultan untuk Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Selain itu, beliau juga pernah menjadi konsultan manajemen SDM serta memimpin jalannya pelaksanaan training untuk beberapa perusahaan BUMN seperti PT Pertamina (Persero), PLN, Angkasa Pura II, dan sebagainya.

Untuk informasi mengenai training dan penyediaan jasa konsultan manajemen, Anda bisa menghubungi kami melalui kontak yang telah tersedia di website ini.

Gratis Software Pengelolaan KPI dan Katalog KPI Super Lengkap untuk 20 Jenis Bisnis

Coba jawab dulu tiga  pertanyaan super penting ini :

Apakah kantor atau perusahaan Anda ingin mendapatkan akses GRATIS Aplikasi Penilaian Kinerja dan KPI (atau Software Pemantauan Kinerja dan KPI Pegawai) yang super powerful dan canggih?

Apakah kantor atau perusahaan Anda ingin mendapatkan secara GRATIS template tabel KPI untuk 50 posisi yang siap pakai, mulai level Manajer, Supervisor dan Staff?

Dan apakah Anda ingin mendapatkan secara GRATIS Katalog 300 KPI untuk 21 Jenis Industri, mulai dari industri manufakturing, consumer goods, real estate, lembaga pendidikan, rumah sakit, hingga bisnis kuliner, media, dan perbankan serta perhotelan?

Jika Anda menjawab YES, YES dan YES untuk tiga pertanyaan tersebut, SELAMAT, Anda telah berada pada tempat yang tepat.

Melalui halaman ini Anda akan mendapatkan secara GRATIS tiga bonus yang luar biasa ini :

Akses Software KPI yang Canggih

Akses gratis software atau aplikasi pemantauan KPI yang serba otomatis dan canggih. Yang hebat, di dalamnya juga sudah ada contoh beragam KPI untuk berbagai posisi, dan siap pakai. Anda bisa menggunakan software KPI yang canggih ini untuk memantau kinerja SDM di kantor Anda.

Tabel dan Kamus KPI untuk 50 Posisi

Dalam bonus ini, terdapart Tabel KPI (disertai bobot dan target KPI) untuk 50 Posisi Jabatan, dari level KPI Staff, KPI Supervisor hingga KPI Manajer.

Tabel KPI mencakup semua posisi jabatan di dalam departemen/bagian Produksi, HRGA, Keuangan, Marketing, Sales, Legal, Quality Control, Purchasing, Gudang, hingga bagian Manajemen Mutu ISO, dll.

Setiap tabel KPI juga disertai KAMUS KPI yang menjelaskan definisi KPI, bagaimana cara pengukuran KPI ini, dan apa formula pengukuran untuk setiap KPI.

Bonus Katalog 300 KPI untuk 20 Jenis Bisnis

Bonus katalog ini berisikan 300 KPI untuk 20 jenis industri mulai dari industri manufakturing, consumer goods, real estate, lembaga pendidikan, rumah sakit, hingga bisnis kuliner, media, dan perbankan serta perhotelan.

SEMUA MATERI di atas bisa Anda dapatkan secara GRATIS. Wow luar biasa sekali. SILAKAN UNDUH DISINI.

Gratis Software Pengelolaan KPI + Tabel KPI 50 Posisi + Katalog KPI untuk 20 Jenis Bisnis

Coba jawab dulu tiga pertanyaan super penting ini :

Apakah kantor atau perusahaan Anda ingin mendapatkan akses GRATIS Aplikasi Penilaian Kinerja dan KPI (atau Software Pemantauan Kinerja dan KPI Pegawai) yang super powerful dan canggih?

Apakah kantor atau perusahaan Anda ingin mendapatkan secara GRATIS template tabel KPI untuk 50 posisi yang siap pakai, mulai level Manajer, Supervisor dan Staff?

Dan apakah Anda ingin mendapatkan secara GRATIS Katalog 300 KPI untuk 21 Jenis Industri, mulai dari industri manufakturing, consumer goods, real estate, lembaga pendidikan, rumah sakit, hingga bisnis kuliner, media, dan perbankan serta perhotelan?

Jika Anda menjawab YES, YES dan YES untuk tiga pertanyaan tersebut, SELAMAT, Anda telah berada pada tempat yang tepat.

Melalui halaman ini Anda akan mendapatkan secara GRATIS tiga bonus yang luar biasa ini :

Akses Software KPI yang Canggih

Akses gratis software atau aplikasi pemantauan KPI yang serba otomatis dan canggih. Yang hebat, di dalamnya juga sudah ada contoh beragam KPI untuk berbagai posisi, dan siap pakai. Anda bisa menggunakan software KPI yang canggih ini untuk memantau kinerja SDM di kantor Anda.

Tabel dan Kamus KPI untuk 50 Posisi

Dalam bonus ini, terdapart Tabel KPI (disertai bobot dan target KPI) untuk 50 Posisi Jabatan, dari level KPI Staff, KPI Supervisor hingga KPI Manajer.

Tabel KPI mencakup semua posisi jabatan di dalam departemen/bagian Produksi, HRGA, Keuangan, Marketing, Sales, Legal, Quality Control, Purchasing, Gudang, hingga bagian Manajemen Mutu ISO, dll.

Setiap tabel KPI juga disertai KAMUS KPI yang menjelaskan definisi KPI, bagaimana cara pengukuran KPI ini, dan apa formula pengukuran untuk setiap KPI.

Bonus Katalog 300 KPI untuk 20 Jenis Bisnis

Bonus katalog ini berisikan 300 KPI untuk 20 jenis industri mulai dari industri manufakturing, consumer goods, real estate, lembaga pendidikan, rumah sakit, hingga bisnis kuliner, media, dan perbankan serta perhotelan.

Semua materi di atas dapat Anda download dan akses secara GRATIS. Wow amazing sekali.
Cara mendapatkannya sangat mudah. Silakan isikan alamat email Anda pada form dibawah ini. Setelah itu, saya akan segera mengirimkan link download ke alamat email Anda.

Materi KPI x Software KPI GRATIS

* indicates required

Intuit Mailchimp

Aplikasi dan Software Pengelolaan KPI yang Murah Meriah

Halo teman-teman pengelola HRD yang cetar membahana 🙂

Kenapa masih banyak pengelola HR di tanah air yang mengelola proses performance appraisal secara manual? Jawabannya karena biaya implementasi software penilaian kinerja masih sangat mahal.

Ya benar, rata-rata biaya implementasi software HRIS dan juga softeware Penilaian Kinerja masih relatif mahal, biayanya berkisar antara Rp 200 juta hingga Rp 2 milyar.

Selain sangat mahal, proses pembuatan software dan implementasinya dapat berlangsung berbulan-bulan lamanya.

Itulah kenapa masih banyak kantor di tanah air yang menggunakan aplikasi Performance Management Dashboard. Alasannya : mahal sekali dan lama proses pembuatannya.

Sekarang semua sudah ada solusinya. Solusi yang ampuh bin mujarab.

Melalui aplikasi MyKinerja, kantor Anda hanya cukup mengeluarkan dana Rp 195 ribu per bulan, dan secara otomatis, SELURUH pegawai di kantor Anda bisa memantau kinerjanya dengan aplikasi yang modern dan canggih.

(KLIK DISINI untuk melihat beragam fitur amazing Aplikasi MyKinerja).

Tak butuh waktu berbulan-bulan. Hari ini juga semua team di kantor Anda bisa menggunakan aplikasi tersebut secara instan.

Sungguh software KPI yang murah meriah, namun manfaatnya Luar Biasa Melimpah.

Melalui aplikasi MyKinerja, Anda dan SELURUH pegawai di kantor Anda bisa melakukan hal berikut ini :

1. Menyusun dan memantau pencapaian KPI pegawai Anda secara mudah dan otomatis. (ada banyak contoh nyata KPI dalam aplikasi yang bisa langsung Anda pakai juga).

2. Melakukan penilaian skor pencapaian KPI bulanan dan tahunan secara otomatis.

3. Melakukan penilaian perilaku kerja dan kompetensi pegawai secara online dan otomatis.

4. Melakukan penghitungan skor KPI dan skor kompetensi secara otomatis.

Pendeknya, dengan aplikasi MyKinerja, Anda bisa mengelola proses performance appraisal di kantor Anda dengan mudah, efisien dan serba otomatis. Mantap sekali.

Jika perusahaan atau kantor Anda berminat berlangganan aplikasi MyKinerja, maka biayanya sangat terjangkau, yakni hanya Rp 195 ribu per bulan. Berlaku untuk seluruh pegawai di kantor Anda (dengan jumlah maksimal 100 pegawai).

Jadi biaya langganan Rp 195 ribu/bulan berlaku untuk SEMUA pegawai. (Harga ini berlaku untuk kantor dengan maksimal 100 orang pegawai).

Dalam masa promosi ini, kami juga memberikan DISKON 84% kepada Anda semua.

Jadi biaya langganan per bulan yang semua adalah Rp 195 ribu menjadi hanya Rp 30 ribu saja. Wow penawaran yang sangat luar biasa teman-teman, yes.

Ya hanya dengan biaya langganan per bulan sebesar Rp 30 ribu, seluruh pegawai di kantor Anda bisa mengelola kinerjanya dengan software yang serba canggih dan otomatis.

Gratis Aplikasi MyKinerja


Biaya langganan per bulan Rp 30 ribu berlaku untuk perusahaan dengan 100 pegawai. Biaya langganan dibayarkan untuk langganan selama setahun.